Translate

Thursday, September 22, 2016

[ 2016 | Review #93 ] : "BREAKING POINT"

Books “TITIK NADIR”
Copyright © 2011 by Pamela Clare
Penerbit Gramedia Pustaka Utama
Alih Bahasa : Maria Lubis
Editor : C. Dian Pertiwi
Desain sampul : Eduard Iwan Mangopang
Cetakan I : September 2016 ; 536 hlm ; ISBN 978-602-03-3379-3
Harga Normal : Rp. 90.000,-

Natalie Benoit meninggalkan New Orleans tanpa pernah berniat untuk kembali demi mengubur kenangan mengerikan yang membuatnya hancur dan meninggalkan bekas luka dalam yang menggayuti dirinya dalam hari-hari baru kehidupannya. Ia menenggelamkan diri dalam rangkaian kesibukan yang luar biasa padat, tanpa pernah memikirkan atau sedikit pun merasakan kebanggan atas pencapaiannya, bahkan saat hasil kerja kerasnya mendapat pengakuan berupa nominasi penghargaan Pulitzer.

Kini, sebagai bagian dari I-Team, anggota elite jurnalis Denver Independent, Colorado, ia masih saja tidak nyaman dengan penghargaan hingga keingin-tahuan pihak lain menyangkut masa lalunya, sebagai salah satu sosok yang selamat dari Bencana Katrina di New Orleans. Tiada seorang pun menyangka, keengganan Natalie untuk berbicara tentang masa lalunya, bukan sekedar tentang bencana nasional yang mengguncang dunia itu, melainkan tragedi yang lebih personal dan menyakitkan untuk dikenang.

Dalam rangka berusaha mengalihkan perhatian dan menjernihkan benaknya yang kacau, Natalie mendapati dirinya mendaftar sebagai sukarelawan perwakilan DI, bergabung bersama jurnalis-jurnalis lain yang melakukan lawatan di New Meksiko. Topik yang mengangkat seputar pelanggaran hukum di perbatasan Meksiko, tepatnya di kawasan Ciudad Juarez, Natalie ditemani Joaquin Ramirez – juru kamera DI, tak pernah menduga adanya serangan oleh anggota kartel obat terlarang terhadap rombongannya.

Natalie yang masih dibayangi trauma masa lalunya yang nyaris merenggut nyawanya, kini mendapati dirinya berada dalam bahaya yang tak kalah mengerikan, menjadi tawanan kartel New Meksiko, setelah ia menyaksikan kenalan-kenalan barunya di Meksiko, termasuk Joaquin, ditembak oleh kawanan yang haus darah. Tanpa mengetahui secara pasti, apa yang hendak terjadi pada dirinya, Natalie menemukan sedikit harapan melalui uluran Zack Black – salah satu korban sekaligus tawanan kartel.

Chief Deputy U.S. Marshal Zach McBride sedang dalam misi rahasia, menyusup dalam kartel tatkala dirinya dikhianati dan dijebak oleh salah satu agen Interpol, mengantar dirinya sebagai tawanan anggota kartel untuk menjalani penyiksaan tiada henti dengan tuduhan telah mencuri sejumlah besar kiriman kokain milik kartel. Zack bukan sosok yang lemah, bahkan sangat tangguh dalam rangkaian ujian dan cobaan mengerikan, namun siksaan yang tiada henti benar-benar membuatnya berharap untuk segera mati..

Hingga ia bertemu dengan Natalie Benoit – sosoknya yang mungil ternyata memiliki kekuatan besar bukan sekedar bertahan tapi juga berjuang untuk hidup dalam situasi yang mengerikan. Sadar bahwa nasib baik tidak akan lama berada di sisi Natalie, maupun dirinya, berdua mereka memadukan kekuatan pikiran dan otak untuk mencari jalan keluar, lari dari sekapan kawanan kartel, sebelum mereka menghancurkan apa yang tersisa dari Zack maupun Natalie.

Ini adalah salah satu kisah intens nan menegangkan dari serial I-Team. Mengambil latar belakang wilayah terpencil di New Meksiko, melalui sosok Natalie dan Zack, pembaca diajak ‘berpetualang’ menempuh perjalanan panjang, berat dan menakutkan, menembus gurun pasir untuk mencapai perbatasan Meksiko – Amerika Serikat, sembari menghindari kelompok kartel yang memburu tawanan mereka yang melarikan diri, terutama setelah beberapa anggota kartel ditemukan tewas terbunuh di sarang mereka.

Keberadaan karakter Natalie dan Zack, tak kalah menarik untuk disimak lebih dalam. Keduanya digambarkan memiliki luka dalam menyangkut masa lalu mengerikan yang menghantui nyaris sepanjang kehidupan mereka. Bagaimana dua insan yang sama-sama ‘cacat’ ini menemukan satu sama lain, baik kelemahan dan rasa takut, hingga kekuatan untuk saling melengkapi kekosongan yang telah ‘membatu’ sekian lama dalam diri mereka.

Dari New Meksiko menyeberangi Gurun Sonora yang terkenal memakan banyak korban jiwa, pemburu maupun para buruan, berusaha menemukan terlebih dahulu sasarannya, karena nyawa mereka yang menjadi taruhannya. Apa yang terjadi saat kelompok kartel yang fanatik dan gemar melakukan ritual siksaan brutal memburu jurnalis Amerika tanpa henti, dihadapkan dengan veteran sekaligus pahlawan perang, bersatu padu dengan mantan Ranger, mantan agen FBI dan DEA ? Dijamin bacaan yang seru \(^0^)/

Judul Asli : BREAKING POINT
[ book 5 of I-TEAM Series ]
Copyright © 2011 by Pamela Clare
Rate : 4 of 5

[ more about the author & related works, just check at here : Pamela Clare | on Goodreads | at Twitter | at FaceBook ]

Best Regards,

@HobbyBuku

No comments :

Post a Comment

Silahkan tinggalkan pesan dan komentar (no spam please), harap sabar jika tidak langsung muncul karena kolom ini menggunakan moderasi admin.
Thanks for visiting, your comment really appreciated \(^0^)/

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...